SELAMAT DATANG - WELCOME - "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan Kebenarannya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."
  • English
  • Japanese
  • Korean
  • Chinese Simplified
  • Arabic
  • Russian
  • Portuguese
  • French
  • German
  • Spain
  • Italian
  • Dutch
Photobucket CO.CC:Free Domain To View The Pages Please Select Your Language By Clicking The Flags.Thank You!

Sabtu, 04 Juni 2011

Pengakuan Pattie Mallete Bagaimana Hidupnya Diubahkan Tuhan

Pattie kemudian dibawa ke rumah sakit. Dia tidak punya teman dan orang-orang yang dikenalnya yang dapat mengunjunginya di sana. Di tengah putus asanya itu, ada seorang pemimpin Kristen dari Pusat Anak Muda yang mengunjunginya, seseorang yang biasa mengajaknya bicara tentang Tuhan. Pria itu membawanya bunga dan mengatakan, “Kau tahu, Tuhan menyuruh saya membawa bunga mawar ini kepadamu, dan Dia mau berkata bahwa Dia melihatmu, sama seperti Dia melihat bunga yang indah ini.”
Saat itu, Pattie hanya berpikir dalam hatinya, “Ah, jelas pria ini tidak mendengarnya dari Tuhan. Aku tidak seperti bunga yang indah itu. Aku melakukan banyak hal dosa seperti tidur dengan sembarangan pria, narkoba, dan hal-hal buruk lainnya. Aku bukan bunga mawar di hadapan Tuhan.” Itu dalam pikirannya saat itu. Pria ini tetap membicarakan Tuhan, sampai-sampai di dalam hati Pattie berkata “Oh, betapa banyaknya dia bicara tentang Tuhan, bahkan bukan di hari Minggu” pikirnya dengan sinis.
Namun, ada sesuatu yang membuat Pattie terkesima, ada perkataannya yang benar-benar berkesan buat Pattie. “Kau mencoba bunuh diri, bahkan kau tidak mau hidup lagi. Kau tidak mau hidupmu. Tuhan menciptakanmu dengan suatu tujuan. Mengapa tidak kau berikan Tuhan kesempatan dan melihat apa rancangan Tuhan dalam hidupmu? Apa yang bisa Dia lakukan untukmu?” Saat itu, Pattie bahkan tidak bisa berkedip.
Dia menatap langit-langit dan sebenarnya dia bingung benarkah dia berbicara kepada Tuhan atau kepada atap rumah sakit itu, namun saat itu dia berdoa untuk pertama kalinya. “Tuhan, jika memang Engkau ada, aku berdoa agar Engkau ada di dalam hidupku dan hiduplah di dalam hidupku karena aku sendiri capek terus hidup. Jadi, tunjukkan padaku. Yesus, ampunilah aku dan ubahkan aku…” Saat itulah, Pattie melihat kilasan masa lampaunya yang penuh dosa dan dia sungguh-sungguh berdoa agar Tuhan mengampuni dirinya.
Saat dia tengah berdoa menutup matanya, dia melihat bahwa gambaran hatinya seperti membuka dan beribu-ribu, beribu-ribu banyaknya cahaya yang berkilauan melimpah ke dalam hatinya yang terbuka itu. Dan dia mengerti bahwa itu cinta. Bahkan, tidak ada satu lubang yang paling kecil sekalipun yang tidak diisi oleh cinta itu dan kemudian hatinya tertutup dan berubah menjadi hati yang putih / suci. Yang bisa lakukan Pattie saat itu, hanyalah menangis dan sangat merasakan kehadiran-Nya. Dan dia berulang kali mengungkapkan, “Oh Tuhan, Kau sungguh nyata…”
“Aku hanya bisa menangis dan menangis dan menyadari bahwa Tuhan sudah mengampuni aku dari segala dosa-dosa yang kulakukan, betapa besarnya kasih-Nya itu. Aku bersemangat, aku mengambil Alkitab versi King James dan mulai membaca.” Saat itu juga, Pattie menelepon pria yang telah mengenalkannya kepada Tuhan dan pria itu datang dan mereka berdoa bersama.
Kita terkadang tak mengerti bagaimana Tuhan bekerja dalam hidup kita. Mungkin kita tidak bisa mengerti bagaimanakah kasih-Nya dicurahkan kepada manusia yang berdosa seperti kita. Tapi satu hal yang kita tahu, kasih-Nya penuh buat kita. Kita juga harus mengabarkan kasih itu kepada yang lain, sama seperti yang pria itu lakukan untuk Pattie, agar banyak orang yang melihat kemurahan kasih-Nya.


Source : Jawaban.com/berbagai sumber/lh3

Senin, 30 Mei 2011

Kesaksian Pattie Mallete, Ibu Justin Bieber yang Luar Biasa

Pattie Mallete yang berulang tahun pada tanggal 2 April 1977 ini bernama lengkap Pattie Elizabeth Mallete. Sebagai seorang orangtua tunggal, dia melakukan segalanya untuk sang anak untuk terus mengejar mimpi dan di tengah itu, tetap menjaga Justin Bieber. Bagaimana dia bisa menjadi ‘ibu super’ seperti itu bagi anaknya? Anda pasti tahu bukan, bagaimana seorang ibu tunggal dapat membuat anaknya terkenal. Ada kisah sedih di balik hal itu.
Pattie pernah mencoba bunuh diri namun gagal. Bertahun-tahun, dia menjadi korban pelecehan seksual. “Pelecehan seksual dalam hidupku dimulai ketika aku kira-kira berusia lima tahun hingga 10 tahun,” ungkap Pattie dalam sebuah wawancara televisi Kanada yang dilansir National Enquirer. Di usia muda belia seperti itu, Pattie tak punya tempat berbagi kesedihan. Dia juga tak punya cukup keberanian mengadukan kasusnya kepada pihak berwajib. Hal ini cukup dimengerti, karena pada saat masih anak-anak tapi sudah mengalami hal seperti itu, kebanyakan orang akan menutup diri dan tidak berani bercerita apa-apa.
Keadaan hidup yang seperti itu, membuatnya melarikan diri ke dalam dekapan narkoba dan minuman keras. “Aku cukup sering mabuk dari bangun sampai pergi tidur lagi. Aku mulai minum-minum ketika aku berusia sekitar 14 atau 15,” tambahnya. Bahkan, pada umur 15 tahun Pattie lari dari rumahnya di London, Ontario dan pindah dengan sekelompok orang. “Aku hidup dalam gelimang dosa, obat-obatan, dan alkohol terus menerus kala itu. Aku juga hidup bersama empat pria lainnya. Aku tidak pergi ke sekolah dan selalu mencuri,” ungkapnya mengenai masa lalunya yang kelam itu.
Pelarian negatif itu akhirnya memuncak, rasa muak dan jenuh dalam diri Pattie yang mulai beranjak dewasa sudah pada posisi tertinggi, dia berusaha bunuh diri pada umur 17 tahun. “Suatu hari, saya merasa tertekan dan marah pada diri saya sendiri. Aku ingin mati dan ingin menemukan cara secepat mungkin untuk mati,” ujarnya. Dalam upaya bunuh diri itu, Pattie pernah mencoba menabrakkan diri ke mobil yang tengah melaju. Beruntung nyawanya bisa diselamatkan, truk itu berbelok ketika melihat Pattie.
Apakah yang terjadi dengan kisah Pattie selanjutnya, bagaimanakah dia bisa hidup sampai sekarang, apa saja yang telah dia alami ke depannya sehingga dia dapat menjadi ibu rumah tangga yang tangguh dan menjadi orang yang mengasuh anaknya hingga sukses seperti sekarang ini? 


Sumber : Jawaban.com

Jumat, 27 Mei 2011

Keluarkan Kerikil Itu!

Efesus 4:26
Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu

Terkadang ketika saya berjalan untuk pemanasan sebelum saya lari, ada kerikil kecil yang masuk dalam sepatu saya. Awalnya selalu saya abaikan, tetapi semakin saya berlari, rasanya kerikil itu menjadi semakin besar. Ketika saya tidak tahan lagi dengan kerikil yang terasa seperti batu yang semakin membesar, saya akhirnya berhenti dan membuka sepatu untuk mengeluarkan kerikil itu. Saya berpikir, kenapa saya menunggu begitu lama untuk mengeluarkan kerikil itu dari sepatuku dan segera menghilangkan rasa sakit?
Hal ini mengingatkan saya nasihat yang Yesus berikan kepada kita di Matius 5:25 untuk “Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.” Apapun yang terjadi antara kita dengan teman kita ataupun siapapun yang telah mengecewakan kita, segeralah berdamai dengannya. Jika dibiarkan berlarut-larut, masalah itu hanya akan menjadi semakin besar dan menyakiti banyak orang. Tetapi kita kita segera menyelesaikan, kita akan membuat diri kita merdeka dan juga terbebas dari rasa sakit.
Hari ini, apakah ada kerikil dalam hati Anda? Berhentilah sejenak, segera keluarkan kerikil itu! Berdamailah, maafkanlah, dan kasihilah dia yang membuat hati Anda terasa sakit dan tidak enak. Ijinkan kasih Tuhan mengalir dalam hati Anda dan membersihkan kerikil-kerikil kecil itu sedini mungkin.

Jangan biarkan kerikil bercokol lama di hati Anda, segera keluarkan. Ijinkan kasih Tuhan mengalir dalam hati Anda, dan ampunilah. 


Sumber : Jawaban.com

Senin, 23 Mei 2011

Obat Bagi Racun Kepahitan

Ibrani 12:15
Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
Dalam Jurnal ilmiah, Journal of the American College of Cardiology melaporkan sebuah karya ilmiah yang menjelaskan hubungan antara penyakit jantung dan amarah seseorang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Yoichi Chida, MD, Ph.D dari Departemen Epidemiologi dan Kesehatan Masyaraka University College, Londong menyatakan bahwa marah dan sikap permusuhan dapat meningkatkan resiko penyakit jantung koroner sebesar 19% pada orang-orang sehat. Penelitian tersebut juga menunjukkan adanya peningkatan jumlah protein yang dinamakan C3 dan C4. Adanya kedua protein itu pada sistem kekebalan tubuh menunjukkan adanya peradangan dan luka. Jadi, mereka yang mengalami rasa permusuhan, perasaan tertekan, dan amarah pada tingkat tinggi mengalami peningkatan kadar C3 sampai 7.1%, dan peningkatan protein ini menunjukkan adanya sejumlah gangguan pada arteri hati.
Penilitian ini hanyalah pembuktian apa yang dikatakan oleh Alkitab ribuan tahun lalu:
Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang. ~ Amsal 14:30
Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. ~ Amsal 17:22
Amarah, kekesalan yang disimpan, dipendam dan ditumpuk akhirnya berubah menjadi kepahitan. Kepahitan itu pada akhirnya menjadi racun baik bagi tubuh jasmaniahnya, maupun roh dan semangatnya.
Racun ini sangat mematikan, cepat atau lambat jika kita menyimpannya maka pelan-pelan namun pasti, maut itu menggerogoti. Yesus tahu pasti betapa buruknya kepahitan itu, untuk itu Dia memberikan resep untuk mengobatinya. Obat itu bernama PENGAMPUNAN.
Pengampunan bukan hanya membebaskan orang yang kita benci dari tuntutan kita, namun juga membebaskan diri sendiri dari penjara sakit hati.
Langkah-langkah pengampunan:
  • Fokuslah pada Tuhan dan bukannya pada diri Anda sendiri.
    Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. ~ Roma 12:19
    Pembalasan bukanlah hak kita, itu adalah bagian Allah. Jika kita mengerti ini maka kita akan menyerahkan segala sesuatunya kembali pada Tuhan.
  • Memutuskan untuk mengampuni.
    Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. ~ Lukas 6:27-28
    Pengampunan bukanlah soal mau atau tidak mau, pengampunan adalah perintah dari Tuhan kita Yesus Kristus. Secara manusia kita tidak bisa mengampuni, namun jika kita minta kasih karunia Tuhan, maka Dia akan memampukan kita untuk melakukannya.
  • Berapa kali kita harus mengampuni?
    Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. ~ Matius 18: 21-22
    Manusia ingin menentukan batasan sampai berapa kali harus mengampuni, namun Yesus berkata tidak ada batasannya. Sampai berapa kalipun seseorang menyakiti kita, maka sebanyak itu kita harus terus melepaskan pengampunan. Memang mudah untuk mengatakannya, namun untuk melakukannya Anda butuh kasih karunia Allah. Untuk itu kita harus terus melekat kepada-Nya.
Jadi, Anda ingin sehat dan panjang umur di bumi ini? Miliki hati yang penuh pengampunan dan bersukacitalah setiap hari. 


Sumber : Jawaban.com



Jumat, 20 Mei 2011

Belajar Dari Keterbatasan

Waktu dalam hidup itu harus dipakai sedemikian rupa sehingga setiap hari kita dapat mencapai sesuatu yang baik. Ada orang yang berdalih bahwa waktu yang ada ini tidaklah cukup untuk menyelesaikan pekerjaannya. Tetapi apakah benar 24 jam sehari adalah waktu yang sedikit, sehingga kita tidak punya waktu untuk hal-hal penting lainnya, seperti menjalin hubungan dengan Tuhan atau dengan orang terdekat kita?
Ada tiga langkah yang dapat kita lakukan jika kita mau membuat jadwal yang baik:

1. Urutkan prioritas.
Jika semua kegiatan harus dilakukan pada hari ini tentu waktu tidak akan cukup, jadi buatlah pilihan. Apa yang memang penting dan apa yang tidak penting. Apa yang memang bersinggungan dengan arah hidup kita, itulah yang kita prioritaskan. Orang yang sudah berkeluarga harus memprioritaskan keluarganya, dan bukan pekerjaannya. Seorang pekerja wajib memprioritaskan pekerjaannya dan bukan hobinya, kecuali jika pekerjaannya adalah hobinya juga. Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi (Ams. 12:11)

2. Ringankan pendirian kita.

Kadang kita sudah membuat jadwal tetapi ada saja hal-hal lain yang tiba-tiba menginterupsi untuk dilakukan. Jangan terlalu terkekang dengan jadwal tersebut, sebab tidak selalu semua kegiatan dalam daftar harus dikerjakan. Tidak ada yang memaksa kita untuk melakukannya, dan kita juga tidak akan kehilangan nyawa jika kita tidak melakukannya. Janganlah kita stress karena beban yang kita paksakan sendiri. Cobalah untuk tidak terlalu kuatir jika dalam jadwal ada hal-hal yang tidak sempat dikerjakan, sebab hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang (Ams. 17:22)

3. Percaya pada Tuhan.

Saat keadaan mulai tidak terkendali, percayalah pada Tuhan seperti yang Daud lakukan dalam 1Sam. 30:6 “Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu… Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.”

Stress adalah pertanda bahwa kita mulai mengandalkan kekuatan kita sendiri, atau melihat kepada permasalahan kita dari sudut pandang kita yang terbatas. Penyebab terbesar stress adalah karena kita terlalu serius sama diri sendiri dan kita tidak serius dengan Tuhan.


Sumber : Jawaban.com

Rabu, 11 Mei 2011

Mengampuni Pasangan Selingkuh, Mungkinkah?

Ketika Anda menikah, Anda mencoba untuk tidak berpikir bahwa Anda bisa menjadi salah satu dari “mereka” yang dipaksa untuk menghadapi perselingkuhan. Statistik yang disediakan oleh infidelityfacts.com tidak akan membuat Anda merasa lebih baik. Namun setidaknya jika Anda sedang mencoba untuk mengampuni pasangan yang berselingkuh, Anda tidak akan merasa sendirian. Menurut data statistik tersebut, sekitar 41% dari mereka yang menikah mengakui perselingkuhan fisik maupun emosional. Dalam hubungan pacaran, sekitar 57% pria dan dan 54% wanita mengakui melakukan perselingkuhan. Statistik ini tidak memperhitungkan mereka yang tidak mengakui perselingkuhannya. Hal yang lebih mengejutkan adalah 2/3 dari pria yang disurvei mengatakan mereka akan berselingkuh jika tahu tidak akan tertangkap. Dan wanita, yang dikenal sebagai pasangan yang setia ternyata tidak lebih baik karena sekitar 68% mengakui mereka juga akan melakukan perselingkuhan jika tahu tidak akan tertangkap. Dan bagi banyak pasangan, perselingkuhan dapat mengakhiri sebuah pernikahan.
Namun apa yang akan terjadi jika pasangan memutuskan untuk tetap bertahan setelah terjadinya perselingkuhan? Bagaimanapun hal itu akan membuat salah satu pihak harus berjuang untuk mengampuni pasangannya yang selingkuh. Apakah itu mungkin? Banyak ahli mengatakan bahwa prediksi terbaik akan perilaku di masa depan adalah perilaku di masa lalu. Dapatkah pria dan wanita yang berselingkuh berubah sedemikian rupa sehingga menjadi pasangan yang setia dan kembali mencintai pasangannya dengan segenap hati? Jawaban dari pertanyaan ini tergantung dari masing-masing individu. Hanya Anda dan pasangan yang tahu persis bagaimana kemampuan Anda berdua. Anda adalah satu-satunya pihak yang harus memutuskan untuk terus melangkah maju, memaafkan dan memberikan kesempatan kedua yang pastinya sangat berharga. Berikut adalah beberapa saran jika Anda sedang mencoba untuk mengampuni pasangan yang berselingkuh.
5 Langkah Bagaimana Mengampuni Pasangan Yang Selingkuh
1. Langkah pertama adalah mengekspresikan kemarahan Anda. Hal ini tidak berarti Anda harus bersikap di luar kontrol. Caranya adalah, beri diri Anda waktu sebanyak yang Anda butuhkan untuk mengisi kembali baterai emosional Anda, untuk menemukan cara yang produktif mengekspresikan kemarahan Anda dan untuk memutuskan bagaimanapun juga mencoba memaafkan pasangan Anda. Hal ini bisa saja berarti perpisahan sesaat antara Anda dan pasangan, paling tidak sampai Anda tidak lagi terbakar emosi. Sekali Anda melakukannya – Anda harus menyuarakan semua yang Anda rasakan kepada pasangan Anda. Bagian untuk mengatasi kemarahan adalah dengan berbagi kepada orang yang telah bersalah kepada Anda. Jika Anda tidak mengizinkan diri Anda untuk merasakan emosi, curhat maupun membersihkan kemarahan Anda – Anda tidak akan memiliki kemampuan untuk mengampuni.
2. Anda perlu memutuskan terlebih dahulu sebelum Anda mencoba untuk memaafkan. Percaya atau tidak, Anda adalah jenis orang yang memiliki kemampuan untuk memaafkan karena Tuhan telah mengaruniakan itu kepada Anda melalui Roh Kudus-Nya! Jika Anda benar-benar bergantung pada Roh Kudus, Anda akan dimampukan untuk memaafkan dan membiarkan hal itu berlalu. Anda tidak akan mampu melakukannya tanpa pertolongan Roh Kudus. Putuskan apa yang Anda perlukan agar dapat melalui masa-masa ini dan lihatlah jika pasangan Anda dapat menyediakan hal itu. Anda bahkan mungkin tidak ingin mengampuni. Tentu saja, pada awalnya Anda akan merasa benar untuk menghukum pasangan Anda, namun bagi hubungan jangka panjang melakukan ini tidak akan menghasilkan hubungan yang sehat. Berikan kesempatan nyata kepada pasanga Anda untuk mendapatkan kepercayaan Anda kembali.
3. Penelitian menunjukkan bahwa 2/3 perselingkuhan terjadi di tempat kerja. Apakah pasangan Anda bersedia dan mampu memutuskan semua ikatan dengan selingkuhannya, bahkan jika itu berati ia harus mencari pekerjaan lain? Jika pasangan Anda tidak dapat melakukan hal ini, dan Anda harus menghadapi realita berkepanjangan bahwa pasangan Anda masih bertemu dengan selingkuhannya setiap hari, kemungkinan hubungan tidak memiliki kesempatan. Semua hubungan dengan selingkuhannya harus dihentikan untuk membantu Anda dapat melalui proses mengampuni.
4. Bila Anda memutuskan untuk mengampuni pasangan yang selingkuh, konsekuensi dari keputusan Anda harus menjadi bagian dari pikiran Anda. Dapatkah Anda menerima konsekuensi dari mengampuni dan dapatkah Anda menerima konsekuensi jika Anda tidak mengampuni? Ingatlah, ini bukan kesalahan Anda namun keputusan Anda untuk terus maju ataupun tidak dapat mempengaruhi hidup orang lain. Satu-satunya alasan untuk berdamai dengan pasangan Anda jangan karena Anda telah memiliki anak-anak di rumah yang akan merasa kecewa jika orangtuanya berpisah! Anda harus melakukan apa yang benar dan adil bagi setiap orang yang terlibat.
5. Apakah pasangan Anda tulus? Anda tahu pasangan Anda yang sebenarnya saat ini. Anda tahu tidak hanya apa yang mereka sanggup lakukan, tapi juga seberapa dalam mereka mampu untuk mengasihi. Anda berdua harus membicarakan perselingkuhan itu, mengapa hal itu terjadi dan apa yang dirasakan satu sama lain untuk meyakinkan Anda bahwa ia bersedia membuat perubahan. Luangkan waktu untuk merenungkan sifat-sifat kepribadian dan karakteristik pasangan Anda dan putuskan sendiri apakah pasangan Anda meminta maaf secara tulus. Hanya Anda yang dapat menjawab hal ini.
Bagian dari bagaimana mengampuni pasangan yang berselingkuh adalah belajar bagaimana melepaskan. Anda bisa membiarkan perselingkuhan untuk menjadi momen yang menentukan dalam hubungan Anda yang akan selalu diungkit ketika terjadi perselisihan, atau Anda dapat memilih untuk merelakan dan melupakannya. Perselingkuhan paling sering terjadi ketika komunikasi rusak. Jadi, mulailah untuk membangun komunikasi yang sehat dengan pasangan Anda setiap saat.

Source : jawaban.com/professorshouse.com

Minggu, 08 Mei 2011

Jadikan Pekerjaan Sebagai Arena Bermain

Beban, stress yang menekan, konflik dengan rekan sekerja, tugas menumpuk dan banyak lainnya pasti sering dialami oleh siapapun yang berkarir didunia pekerjaan. Namun banyak juga yang meraih kesuksesan dan betah luar biasa hingga bertahun-tahun dengan segudang prestasi dan pujian dari atasannya.
Apa rahasianya? Mudah, ingat dan renungkan sejenak kegiatan dan hal apa yang dahulu sewaktu kecil anda kerjakan dan membuat anda bahagia. Entah bermain kelereng dengan kawan di kampung sebelah, bermain layang-layang hingga fajar menjelang, asik mandi keringat menendang bola di lapangan berlumpur, atau bermain game nintendo versi lama. Anda pun pasti ingat waktu berjalan demikian cepat tanpa terasa sudah berjam-jam, eh tapi masih pengen bermain lagi.
Sesungguhnya jika kita mencintai pekerjaan kita dan senang dengan apa yang kita kerjakan maka kita akan kuat bekerja berlama-lama tanpa merasa cepat capek, karena rasanya akan seperti bermain. Tetapi sebaliknya jika kita benar-benar tidak menyukai apa yang kita kerjakan, atau bahkan benar-benar benci dengan pekerjaan kita, maka kita akan merasa terpaksa.
Nah, jika ingin mempunyai pekerjaan yang membuat kita bahagia, terapkanlah jiwa anak-anak dalam mencintai apa yang mereka senangi. Cintai dan senangi pekerjaan anda akan memberi dan meradiasi ruangan kerja anda menjadi wangi berbunga. Aura sukacita yang terpancar dari anda pun akan menjadi berkat bagi rekan kerja disekeliling anda.

Source : jawaban.com/motivator

Renungan BlessingDay

BlessingDay